Sabtu, 25 Maret 2017

Psikologi Pendidikan: Perencanaan, Instruksi dan Teknologi (Resume 2)



➤Perencanaan Instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran. Walaupun beberapa momen instruksional yang baik kadang bisa terjadi secara spontan, pelajaran masih harus tetap direncanakan dengan baik dan cermat.

➤Kerangka Waktu
Menyusun rencana waktu yang sistematis membutuhkan pengetahuan tentang apa-apa yang perlu dilakukan dan kapan melakukannya.

  •  Apa yang Perlu Dilakukan: Menentukan tujuan instruksional yaitu apa yang harus dicapai, Merencanakan kegiatan yaitu kegiatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan Menentukan prioritas yaitu tugas mana yang lebih penting.
  • Waktu Melakukannya: Membuat estimasi waktu yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan, Membuat jadwal yaitu kapan kegiatan dilakukan dan Fleksibel yaitu bagaimana kita menangani situasi yang tak terduga.
➤Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Teacher-Centered
Tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencaan teacher-centered adalah menciptakan sasaran behavioral, menganalisis tugas dan menyusun taksonomi instruksional.
➧Menciptakan Sasaran Behavioral. Sasaran Behavioral adalah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid. Menurut Mager, sasaran behavioral harus mengandung 3 bagian, yaitu: 
  • Perilaku murid
  • Kondisi dimana perilaku terjadi
  • Kriteria kinerja
➧Menyusun Taksonomi Instruksional. Taksonomi instruksional juga membantu pendekatan teacher-centered. Taksonomi adalah sistem klasifikasi. Taksonomi mengklasifikasikan sasaran pendidikan menjadi 3 domain, yaitu: Kognitif, afektif dan psikomotor.
Domain Koginitif mengandung 6 sasaran yaitu:
  • Pengetahuan
  • Pemahaman
  • Aplikasi
  • Analisis
  • Sintesis
  • Evaluasi
Domain Afektif, mensyaratkan agar murid menunjukkan tingkat komitmen emosional tertentu, yaitu:
  • Penerimaan
  • Respons
  • Menghargai
  • Pengorganisasian
  • Menghargai Karakterisasi
Domain Psikomotor. Sasaran psikomotor menurut Bloom, adalah:
  • Gerak Refleks
  • Gerak Fundamental dasar
  • Kemampuan Perseptual
  • Kemampuan Fisik
  • Gerakan Terlatih
  • Perilaku Nondiskusif
➤Instruksi Langsung
Instruksi langsung adalah pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dari kontrol guru, ekspetasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik dan usaha guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.

➤Strategi Instruksional Teacher-Centered
Disini akan berbicara tentang mengorientasikan murid pada materi baru; mengajar, menjelaskan dan mendemonstrasikan; menanyakan dan diskusi; penguasaan pembelajaran; tujuan di kelas; dan pekerjaan rumah.
➧Mengorientasikan 

  • Advance organizer, terdiri dari Expository dan Comparative
  • Pengajaran, Penjelasan dan Demonstrasi
  • Pertanyaan dan Diskusi
  • Mastery Learning (Penguasaan materi ) adalah pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah ke topik yang lebih sulit.
  • Seatwork (tugas di kelas) adalah menyuruh semua murid untuk belajar sendiri di bangku mereka.
  • Pekerjaan Rumah
➤Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Learner-Centered
Instruksi da perencanaan learner-centered adalah siswa yang aktif, bukan guru.
➧Prinsip Learner-Centered
Diklasifikasi berdasarkan empat faktor, yaitu:
  • Kognitif dan Metakognitif, ada enam prinsip yaitu sifat proses pembelajaran, tujuan proses pembelajaran, konstruksi pengetahuan, pemikiran strategis, memikirkan tentang pemikiran (metakognisi) dan konteks pembelajaran.
  • Motivasional dan Emosional, ada tiga prinsip yaitu pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran, motivasi instrinsik untuk belajar dan efek motivasi terhadap usaha.
  • Perkembangan dan Sosial, ada dua prinsip yaitu pengaruh perkembangan pada pembelajara dan pengaruh sosial terhadap pembelajaran.
  • Perbedaan Individual, ada tiga prinsip yaitu perbedaan individual dalam pembelajaran, pembelajaran dan diversitas dan standar dan penilaian.
➧Strategi Instruksional Learner-Centered
Ada dua strategi, yaitu:
  • Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang mereflesikan inti dari kurikulum, hal yang paling penting yang harus dieksplorasi dan dipelajari oleh murid.
  • Pembelajaran penemuan adalah pembelajaran dimana murid menyusun pemahaman sendiri.
➤Teknologi dan Pendidikan
Revolusi Teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita kini hidup..Orang menggunaka komputer, pena, surat dan telepon untuk berkomunikasi. Masyarakat baru masih mengandalkan beberapa keahlian nonteknologi mendasar seperti keterampilan, berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, berpikir mendalam, berpikir negatif dan bersikap positif.

➧Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer yang berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia yang menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid
World Wide Web adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet yang mencakup teks dan grafis. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Email adalah singkatan dari electronic mail yang merupakan bagian penting lain dari internet.

➤Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Teknologi membawa beberapa issu sosial. Komputer sering dipakai untuk aktivitas sosiokultural yang berbeda. Sekolah yang memiliki lebih banyak murid minoritas berpendapatan rendah cenderung menggunakan komputer untuk latihan menulis atau berhitung.
➤Standar untuk Murid yang "Melek teknologi"
➧Pra-taman Kanak-kanak Sampai Grade Dua

  • Gunakan alat input (seperti mouse, keyboard, atau remote control) dan alat ouput (seperti monitor dan printer) untuk mengoperasikan komputer.
  • Gunakan variasi media dan teknologi
  • Gunakan sumber daya multimedia yang pas
  • Kerja sama dengan teman
  • Gunakan sumber daya teknologi
  • Tunjukkan perilaki etis dan sosial
➧Grade 3 sampai 5
  • Gunakan keyboard dan alat input dan ouput secara efektif
  • Gunakan alat teknologi untuk kegiatan menulis dsb
  • Gunakan telekomunikasi secara efektif
  • Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online
  • Gunakan sumber daya teknologi
➧Grade 6 sampai 8
  • Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasi dan memcahkan masalah hardware dan software
  • Tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi
  • Gunakan alat spesifik, software dan simulasi
  • Desain, kembangkan, publikasikan dan paparkan produk
  • Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi dan bias dari sumber informasi elktronik
➧Grade 9 sampai 12
  • Identifikasi kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer
  • Gunakan sumber daya teknologi
  • Gunakan informasi online secara rutin
  • Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset dsb

Nama: Nabilah Alwani
NIM: 161301023

Psikologi Pendidikan: Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif (Resume 1)

Image result for psikologi pendidikan
Apa itu Psikologi Pendidikan???
➤Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa ahli atau perintis bidang psikologi sebelum awal abad ke-20. Ada tiga perintis atau ahli terkemukan yang muncul di awal sejarah psikologi pendidikan, yaitu:


  • William James (1842-1910), setelah meluncurkan buku ajar psikologinya yang pertama  adalah Principles of Psychology (1890). Dia mengatakan bahwa eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan pentingnya mempelajari bagaimana cara mengajar anak secara efektif dan menegaskan bahwa pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas yang berguna untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  • John Dewey (1859-1952). Dari Dewey kita mendapatkan pandangan tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learner), mendapatkan ide bahwa pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan dari Dewey kita juga mendapatkan gagasan bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.
  • E.L. Thorndike (1874-1949). Thorndike yang memberi banyak perhatian pada penilaian dan pengukuran serta perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Dia berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak.
➤Mengajar: Antara Seni dan Ilmu Pengetahuan
Ahli psikologi pendidikan juga mengakui bahwa mengajar terkadang harus mengabaikan saran-saran ilmiah, tetapi juga menggunakan improvisasi dan spontanitas. Sebagai sebuah ilmu, tujuan psikologi pendidikan adalah memberi kita pengetahuan riset yang secara efektif dapat di aplikasikan untuk situasi mengajar, tetapi pengajaran kita merupakan sebuah seni mengajar.

➤Cara Mengajar yang Efektif
Hal ini membutuhakn dua hal yang paling utama, yaitu:
1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional: Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran dan manajemen kelas. Guru juga tahu bagaimana cara memotivasi, berkomunikasi dan berhubungan secara efektif dengan muridnya.
  • Penguasaan Materi Pelajaran 
  • Strategi Pengajaran
  • Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Intruksional
  • Keahlian Manajemen Kelas
  • Keahlian Motivasional
  • Keahlian Komunikasi
  • Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan
  • Keahlian Teknologi
2. Komitmen dan Motivasi: Komitmen dan motivasi dapat membantu guru yang efektif untuk melewati masa-masa sulit dan melelahkan dalam mengajar. Guru yang efektif juga mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi mereka

➤Riset dalam Psikologi Pendidikan
Pendekatan Riset Ilmiah. Riset Ilmiah adalah riset objektif, sistematis dan dapat diuji. Riset ilmiah mereduksi kemungkian bahwa infomasi didasarkan pada keyakinan, opini dan perasaan personal serta dilandaskan oleh metode ilmiah yang merupakan sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat.
➧Metode Riset
  • Riset Deskriftif yang berguna untuk mengamati dan mencatat perilaku. Seperti observasi, wawancara dan kuesioner, tes standar dan studi kasus.
  • Riset Korelasional yang berguan mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karateristik.
  • Riset Eksperimental yang berguna untuk menentukan sebab perilaku
  • Riset Cross-sectional yang berguna untuk mempelajari kelompok orang pada satu waktu. 
  • Riset Longitudinal yang berguna untuk mempelajari individu-individu yang sama selama periode waktu tertentu.
➧Riset Evaluasi Program, Riset Aksi dan Guru-sebagai Riset
  • Riset Evaluasi Program adalah riset yang didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas suatu program.
  • Riset Aksi adalah riset yang digunakan untuk memecahkan masalah kelas atau sekolah secara spesifik.
  • Guru-sebagai Riset adalah guru yang dapat melakukan studi sendiri untuk menigkatkan praktek mengajar mereka.
➧Tantangan Riset
  • Etika
  • Gender
  • Etnis dan Kultur
  • Menjadi Konsumen Informasi yang Bijak tentang Psikologi Pendidikan

Nama: Nabilah Alwani
NIM: 161301203

Minggu, 19 Maret 2017

Psikologi Pendidikan: Implikasi Pendidikan Pada Tahap Perkembangan

Masa Kanak-kanak awal (Prasekolah)
Tahap perkembangan anak usia TK

  • Masa usia: 2-6 tahun.
  • Masa negativis.
  • Masa bermain.
  • Masa bereksplorasi.
  • Perkembangan kognitif: Praoperasional, dengan ciri:
-          Belajar menggunakan bahasa dan,
-          Cara berfikir bersifat egosentris.
  • Perkembangan Moral: Prakonvensional.
-          Tahap 1: Orientasi hukuman
-          Tahap 2: Orientasi ganjaran

Anak-anak pada usia pra sekolah memiliki ciri khas yaitu bermain. Metode pembelajaran melalui bermain adalah metode belajar yang paling tepat digunakan untuk PG/TK. Bermain merupakan kebutuhan anak pada masa TK nya. Bermain merupakan aktivitas yang positif bagi anak, karena terkandung bermacam-macam fungsi dalam pengembangan kemampuan fisik, motorik, intelektual, bahasa, emosi, dan sosial.
-          Untuk mengembangkan stimulasi kreativitas pada anak, tenaga pendidik dapat memberikan waktu luang pada anak. Biarkan anak menggunakan imajinasinya untuk mengeksplorasi dunia kecilnya.
-          Untuk mengendalikan emosi anak, tenaga pendidik dapat membicarakan ketakutan anak itu, memberinya rasa aman, serta membantu anak dalam mengendalikan emosinya.
-          Untuk mengendalikan sosial anak, tenaga pendidik dapat melibatkan anak dalam suatu kelompok sehingga anak dapat berinteraksi dengan anak-anak lain, belajar bekerjasama, dan melatih kemampuan sosialnya dalam memahami apa yang benar dan apa yang sala serta memahami sudut pandang orang lain.
-          Untuk pemahaman gender, tenaga pendidik harus memberikan pendekatan kepada anak tentang perbedaan biologis anak perempuan dengan anak laki-laki.

a)Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
b)Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang-orang lain.
c)Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan realitas sosial.
d)Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata hati.
  • Implikasi pendidikan
-           Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan.
-          Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak.
-          Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social, nilai-nilai moral dan keagamaan.
-          Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan.
-          Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.
-          Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak, dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat.

Masa kanak-kanak akhir
Tahap perkembangan Bagi Anak Usia SD
·         Masa usia: 6 – 11 thn (Masa Sekolah)
·         Tahun berakhir Prapubertas
·         Pengaruh teman sebaya
·         Tahap kognitif : Operasional – konkrit
-          Berfikir logis tentang objek
-          Menguasai jumlah dan berat
-     Mampu mengklasifikasikan objek
*Peran guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memungkinkan siswa berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
·         Karakteristik anak usia SD :
- Senang bermain
- Senang bergerak
- Senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung.
Contohnya : Seorang guru merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya yang nantinya akan menjadikan anak tersebut belajar aspek aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar memenuhi aturan aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada orang lain atau lingkungannya, belajar tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), dan mengikuti kegiatan olah raga dan menanamkan keagamaan  yang berdampak pada diri mereka yaitu kesehatan jasmanin dan rohani.
·         Tingkat perkembangan moral : Konvensional
-          Tahap 3 : Orientasi (good boy/girl)
-          Tahap 4 : Orientasi otoritas
·         Implikasi pendidikan
*Memberikan motivasi,agar memacu mereka dalam mengasah kemampuan dan keterampilan dasar yang dikembangkan, baik sebagai bekal untuk pendidikan lanjutan maupun untuk terjun kemasyarakat. Tahun-tahun pertama anak belajar di SD berpengaruh sangat signifikan terhadap sikap anak terhadap sekolah dan pola pola pencapaian prestasi tahap tahap selanjutnya.
- Menuntun pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani,serta bakat dan minat siswa.
- Mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan tingkat menengah.

Tahap perkembangan Bagi Anak Usia SMP
Anak-anak yang duduk dibangku SMP berada diantara masa anak-anak dan dewasa. Tahap itu disebut tahap remaja awal yang dimulai dari usia 10 tahun-14 tahun. Masa ini merupakan transisi sehingga sering terdapat gejolak dalam prosesnya karena remaja masih labil dalam mencari jati dirinya. Selain itu ada juga perkembangan dari segi fisik yang berkembang pesat seperti perkembangan hormon-hormon sekunder. Oleh karena itu, metodologi pembelajaran   harus efektif. Metodologi pembelajaran ialah proses dimana pengajar dan peserta didik bekerja sama dalam proses penyaluran ilmu dengan baik sehingga mencapai tujuan dari pembelajaran  itu sendiri.
Untuk itu, kita perlu mengetahui beberapa metodologi pembelajaran yang efektif untuk anak-   anak tersebut,  yaitu:
  • Metode Diskusi
Metode ini dianggap efektif karena mengasah kemampuan anak dalam berpikir kritis dan    mengembangkan kemampuan anak untuk menyampaikan pendapatnya di depan banyak orang. Metode ini berkaitan erat dengan pemecahan masalah. Anak diajak untuk mencari solusi dalam memecahkan suatu masalah. Kelebihan dari metode ini ialah memaparkan pada anak didik   bahwa dalam memecahkan masalah diperlukan banyak solusi sehingga dari keseluruhan solusi   tersebut, dipilihlah satu solusi yang efektif. Metode ini juga mengajarkan kepada anak didik      bahwa penting bagi kita untuk menghargai pendapat orang lain. Namun sayangnya, metode ini tidak tepat untuk digunakan dalam kuota anggota yang banyak. Metode ini juga akan lemah jika digunakan pada beberapa anak yang aktif saja, sedangkan anak yang pasif akan mengikuti saja keputusan dari anak yang aktif tersebut.
  • Metode Karya Wisata
Metode ini memanfaatkan lingkungan alam dalam proses belajar. Metode ini dapat membuat anak didik lebih rileks dalam proses belajar karena anak didik tidak terbatas ruang belajarnya sehingga anak didik tidak cepat bosan dalam proses penyampaian ilmu dari pengajar. Metode ini juga dapat mengasah kreativitas anak didik karena anak didik tidak dibatasi dalam berimajinasi. Namun kekurangan dari metode ini ialah diperlukannya perencanaan yang matang dan melibatkan banyak pihak. Metode ini juga memerlukan pengawasan ketat dalam memantau gerak-gerik anak didik selama berada di lapangan dan diperlukan tanggung jawab yang besar dari pengajar dan pihak sekolah atas keselamatan anak didik selama melakukan metode karya wisata ini. Biaya yang mahal juga menjadi salah satu penghambat metode ini digunakan di sekolah-sekolah.

Masa Remaja (Adolescence)
Tahap perkembangan anak usia Sekolah Menengah Atas(SMA)
·         Mulai usia:  11 sampai 12 tahun, atau 18-24 tahun.
·         Perkembangan fisik: Mengarah ke bentuk badan orang dewasa.
·         Perkembangan seksual: Mulai aktifnya hormone seksual yaitu menarche dan polutio.
·         Perkembangan heteroseksual: Tertarik pada lawan jenis.
·         Perkembangan emosional: Emosi tidak stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-ledak, bosan, antagonis social.
·         Perkembangan kognitif: Operasional Formal, yaitu:
-          Mampu berfikir logis tentang sesuatu yang abstrak.
-          Membuat rencana, strategi, keputusan-keputusan serta memecahkan masalah.
-          Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajr menguji hipotesis.
-          Memikirkan masa depan, dan perencanaan.
-          Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar intropeksi.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan:
-           sikap teman sebaya
-           nilai-nilai yang diperoleh dan
-           sikap orang tua
·         Karateristik anak usia remaja ada 2, yaitu:
-          Bertempat pada perkembangan fisik dan motorik.
-          Bertempat pada perkembangan bahasa dan perilaku kogntif.
Contoh: Pada tahap SMA, para siswa apalagi dizaman globalisasi ini kerap menggunakan istilah-istilah bahasa inggris. Bahasa inggris dalam kalangan remaja SMA merupakan ajang keren-kerenan. Hal ini terjadi adalah saat mereka mengungkapkan sesuatu dgn bahasa inggris yang dipublikasikan ke social media. Sebagian mendapatkan respon yang bagus namaun para siswa yang salah dalam pelafalan arti akan menjadi cemoohan yang berakibat timbul rasa kurang percaya diri dan imbasnya cenderung tidak suka pelajaran bahasa inggris. Dalam hal ini guru dapat menimalisir ketidaksukaan siswa terhadap pelajaran bahasa inggris, karena pentingnya bahasa dalam perkembangan berfikir. Meskipun mereka cenderung tidak suka , namun demi kepentingan mereka kedepannya guru hendaknya mencari cara agar siswa berminat terhadap pelajaran bahasa inggris.
·         Perkembangan identitas diri: Indentity vs role confusion, timbul pertanyaan siapa saya: ingin diakui, cenderung mencoba dan meniru “idola”.
·         Perkembangan moral: kebanyakan tingkat konvesional, namun sebagian sudah postkonvesional.
-          Tahap 5: Orientasi kontrak social.
-          Tahap 6: Orientasi asa etis.
·         Implikasi pendidikan: Remaja memiliki pola piker intuitif dan berpikir dengan mengaitkan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu. Terjadi proses asimilasi yaitu penggabungan info baru dalam pengetahuan yang ada. Orientasi pendidikan remaja lebih ditekankan pada aspek pemahaman dan keterampilan. Remaja lebih banyak dituntut untuk terampil melakukan suatu tindakan yang diawali dengan melakukan pertimbangan. Materi yang diajarkan berkaitan dengan konsep yang mengharuskan seorang siswa mengerti akan suatu hal. Pendidikan membimbing remaja mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, mencapai peran social, mencapai kemandirian emosional dan mengembangkan kemampuan intelektual.

 Nama Anggota Kelompok 1: 
Karyani Marlis Halawa (16-004)
Sofyan Sahuri Hrp (16-013)
Nabilah Alwani (16-023)
Anjelica (16-034)
Daniella Precylia (16-050)
Naufal Ilham Hrp (16-069)
Novita S. Marbun (16-070)